Saturday, December 1, 2018

Kegelisahan Pada Manusia

A.      Pengertian Manusia
Manusia adalah makhluk hidup ciptaan tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk kepada aturan hukum alam, mengalami kelahiran, pertumbuhan, perkembangan, mati, dan seterusnya. Serta terkait dan berinteraksi dengan alam dan lingkungannya dalam sebuah hubungan timbal balik positif maupun negatif.

Manusia adalah makhluk yang terbukti berteknologi tinggi. Ini karena manusia memiliki perbandingan massa otak dengan massa tubuh terbesar diantara semua makhluk yang ada di bumi. Walaupun ini bukanlah pengukuran yang mutlak, namun perbandingan massa otak dengan tubuh manusia memang memberikan petunjuk dari segi intelektual relatif.

Manusia atau orang dapat diartikan dari sudut pandang yang berbeda-beda, baik itu  menurut biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai homo sapiens (bahasa latin untuk manusia) yang merupakan sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi.

Manusia juga sebagai mahkluk individu memiliki pemikiran-pemikiran tentang apa yang menurutnya baik dan sesuai dengan tindakan-tindakan yang akan diambil. Manusia pun berlaku sebagai makhluk
sosial yang saling berhubungan dan keterkaitannya dengan lingkungan dan tempat tinggalnya.

B.      Pengertian Kegelisahan

Kegelisahan berasal dari kata gelisah yang berti tidak tenteram hatinya selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa khawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya tidak sabar ataupun dalam kecemasa. Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak gerik seseorang dalam situasi tertentu gejala tingkah laku atau gerak gerik tersebut mukanya lain dari bisasanya misalnya berjalan mondar mandir dalam ruangan tertentu sambil menundukkan kepadalnya memandang jauh kedepan sambil mengepalkan tangannya duduk termenung sambil memegang kepalanya duduk dengan wajah murung atau sayu, malas bicara dan lain-lain. Kegelisahan merupakan salah satu ekspresi dari kecemasan karena itu dalam kehidupn sehari hari, kegelisahan juga diartikan sebagai kecemasan kekhawatiran ataupun ketakutan. Definisi dapat disebutkan bahwa seseorang mengalami frustasi karena hal yang didingainkannya tidak tercapai.

Tiga Macam Kecemasan Yang Menimpa Manusia

Sigmeund freud ahli psikoanalisa berpendapat bahwa ada tiga macam kecemasan yang menimpa manusia yaitu kecemasan kenyataan (objektif),kecemasan neurotik, dan kecemasan moril.

1. Kecemasaan Kenyataan (Objektif)

Kecematan tentang kenyataan adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau
suatu bahaya dalam dunia luar bahaya adalah sikap keadaan dalam lingkungan seseorang yang  mengancam untuk mencelakakannya pengalaman bahaya mewarisi kecenderungannya untuk menjadi takut kalau berada dekat benda benda tertentu atau keadaan tertentu di lingkungannya.
Sebagai contoh, jika seorang wanita yang pernah trauma dengan kecoa, maka dia akan cenderung takut jika melihat kecoa. Namun ada orang dengan reaksi membalik. Karena ia mendendam maka ia berusaha selalu untuk ganti berbuat kejam sebagi pelampiasannya. Misalnya seperti yang ada di Film Forbidden Party, a.k.a Invitation only.

2. Kecemasan Nerotis (Syaraf)

Kecemasan ini timbul karena pengamatan tentang bahaya yang naluriah. Menurut Sugmund Freud kecemasan ini dibagi menjadi tiga macam.
Kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan kecemasan timbul karena orang itu takut akan bayangannya sendiri atau takut akan dirinya sendiri, sehingga menekan dan menguasai ego. Kecemasan semacam ini menjadi sifat dari seorang yang gelisan , yang selalu mengira bahwa sesuatu yang hebat terjadi.

3.Kecemasaan Moril

Kecemasan moril sisebabkan karena pribadi seseorang. Tiap pribadi memiliki bermacam-macam emosi antara lain: iri, benci, dendam, dengki, dan marah gelisah cinta dan rasa kurang percaya diri. Misalnya seseorang yang merasa dirinya kurang cantik maka dalam pergaulannya ia terbatas kalau tidak tersisihkan sementara itu ia pun tidak berprestasi dalam berbagai kegiatan segingga kawan-kawannya lebih diniliai sebagai lawan. Ketidakmampuannya menimbulakan kecemasan moril.

C.      Bentuk – Bentuk Kegelisahan Manusia

Bentuk – bentuk kegelisahan dalam diri manusia dapat menjelma dalam suatu bentuk, seperti ;

1. Keterasingan

Terasing, diasingkan atau sedang dalam keterasingan sudah ada sejak puluhan bahkan ribuan tahun lamanya. Dimana terasing pada dasarnya dapat didefinisikan sebagi bentuk kehilangan eksistensi diri yang disebabkan tidak adanya pengakuan tentang keberadaan kita “secara hakikat” atau dengan kata lain merasa tersisihkan dan termarjinalkan oleh diri sendiri  dan orang lain dalam pergaulan atau mayarakat.

Keterasingan disebabkan oleh dua faktor, yaitu

a. Faktor intern, atau fakor yang berasal dari dalam diri sendiri seperti merasa berbeda dengan orang lain, rendah diri dan bersikap apatis dengan lingkungan.

b. Faktor ekstern, yaitu faktor yang berasal dari luar diri. Faktor ini pun bias bersumber pada faktor yang pertama.

2. Kesepian

Aplikasi dan perwujudan dari terasing adalah kesepian. Jika seseorang sudah merasa diasingkan maka orang tersebut akan mengalami kesepian dalam diri dan lingkunga sehingga merasa sepi atau kesepian. Jika hal ini terus dibiarkan maka orang tersebut akan kehilangan unsur dan karakter unik dalam dirinya senhingga dia pun sulit untuk mengenali dirinya.

3. Ketidakpastian

Ketidakpastian adalah sebutan yang digunakan dengan berbagai cara di sejumlah bidang, termasuk filosofi, fisika, statistika, ekonomika, keuangan, asuransi, psikologi, sosiologi, teknik, dan ilmu pengetahuan informasi. Ketidakpastian berlaku pada perkiraan masa depan hingga pengukuran fisik yang sudah ada atau yang belum diketahui.

D.      Sebab – Sebab Orang Gelisah

Manusia mengalami kegelisan memiliki sebab-sebab yang dapat menimbulkan kegelisahan. Kegelisahan itu disebabkan antara lain:

1.       Masalah
2.       Deadline
3.       Masa Depan tidak pasti
4.       Keshilangan seseorang
5.       Di PHK
6.       Berpisah dengan pasangan (Cerai)
7.       Hutang
8.        Dan lainnya

E.       Usaha – Usaha mengatasi Kegelisahan

Usaha-usaha yang dapat kita lakukan untuk mengatasi kegelisahan ini peratama-tama harus mulai dari diri kita sendiri terlebih dahulu, yaitu kita harus bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita dapat berpikir tenang, sehingga kesulitan dapat kita atasi. Sedangkan cara yang paling ampuh untuk mengatasi kegelisahan adalah dengan berserah diri kepada Tuhan.

Cara lain yang mungkin juga baik untuk digunakan dalam mengatasi kegelisahan:



  • Dengan memerlukan sedikit pemikiran yaitu, pertama kita menanyakan pada diri kita sendiri (instropeksi),akibat yang paling buruk yang bagaimanakah yang akan kita tanggung atau yang akan terjadi,mengapa hal itu terjadi,apa penyebabnya dan sebagainya. 


Kita bersedia menerima sesuatu yang terjadi pada diri kita dengan rasa tabah dan senang hati niscaya kecemasan tersebut akan sirna dari jiwa kita. Bersamaan berjalannya waktu kita dapat mencoba untuk memperkecil dan mengurangi keburukan-keburukan akibat timbulnya kecemasan tersebut dalam jiwa  kita.



  • Berdoa kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh sabar,tabah,senang dan ikhlas sehingga Ia mau mengabulkan permohonan kita dari perasaan kecemasan ini,sebab Tuhan adalah yang paling Maha Pemurah,Maha Pengampun,Maha Pengasih dan Maha Penyayang bagi umatnya yang mau berdoa dan memohon kepadaNya.

Hanya dengan cara mendekatkan diri kepada Tuhan dan memasrahkan diri kepada Tuhan, maka hati gelisah manusia akan hilang. Mendekatkan diri bukan hanya dengan cara melalui hubungan vertikal dengan Tuhan, tetapi juga melalui hubungan horizontal dengan sesama manusia sebagaimana yang diperitahkan oleh Tuhan.

HUBUNGAN MANUSIA DAN KEGELISAHAN

Dari uraian pembahasan mengenai MANUSIA dan KEGELISAHAN yang telah kami paparkan pada bab terdahulu, maka kami dapat menyimpulkan bahwa kegelisahan merupakan bagian hidup manusia. Tiap manusia, dengan tidak memperdulikan  segala latar belakang dan kemampuannya, pasti akan mengalami kegelisahan, entah sebentar atau lama, relative ringan ataupun berat. Yang demikian ini boleh jadi sangat wajar mengingat manusia mempunyai hati dan perasaan.

Adapun bentuk-bentuk kegelisahan berupa keterasingan, kesepian, dan ketidakpastian mempunyai hubungan yang erat dan mempengaruhi satu sama lain. Keterasingan dalam satu dan lain kesempatan bisa membuahkan kegelisahan. Dan sebaliknya, kegelisahan yang begitu hebat bisa saja menimbulkan keterasingan. Kemudian dari keterasingan yang dialami seseorang  bisa saja menciptakan kondisi kesepian dan karena kesepian itupun bisa saja menimbulkan ketidakpastian. Keterasingan bisa jadi merupakan  perilaku sosiopatik dan sikap apatis yang tidak menyadari bahwa manusia adalah makhluk yang bermasyarakat dan tidak bisa hidup sendiri.

Wednesday, November 14, 2018

Cinta dan Kasih Manusia


Apa Arti Cinta Itu ? Cinta adalah Emosi yang berasal dari kasih sayang yang kuat dan rasa tertarik terhadap suatu objek (dapat berupa apa saja seperti manusia, hewan, tumbuhan, alat-alat dan lain sebagainya) dengan cenderung ingin berkorban, memiliki rasa empati, perhatian, kasih sayang, ingin membantu dan mau mengikuti apapun  yang di inginkan oleh objek yang di cintainya. Sebenarnya cinta itu sulit untuk di definisikan karena sifatnya subjektif jadi setiap individu dapat memiliki pemahaman yang berbeda mengani cinta, tergantung bagaimana ia menghayati dan pengalaman yang di alaminya.
Definisi Cinta
Cinta adalah suatu perasaan yang positif dan diberikan pada manusia atau benda lainnya. Bisa dialami semua makhluk. Penggunaan perkataan cinta juga dipengaruhi perkembangan waktu dan masa. Perkataan senantiasa berubah arti menurut tanggapan, pemahaman dan penggunaan di dalam keadaan, kedudukan dan generasi masyarakat yang berbeda. Sifat cinta dalam pengertian abad ke-21 mungkin berbeda daripada abad-abad yang lalu. 
Ungkapan cinta sering digunakan untuk meluapkan perasaan seperti berikut:
  • Perasaan kepada keluarga
  • Perasaan kepada teman-teman
  • Perasaan kepada kekasih kepada lawan jenis (pacar, suami/istri)
  • Perasaan sesama manusia
  • Perasaan terhadap dirinya sendiri, yang disebut narsisisme
  • Perasaan terhadap sebuah konsep tertentu
  • Perasaan terhadap negaranya atau patriotisme
  • Perasaan terhadap bangsa atau nasionalisme
  • Perasaan terhadap agamanya
  • Dan lain-lain
·        Cinta juga memiliki jenis yang berbeda, cinta kepada orang tua tidaklah sama dengan cinta kepada lawan jenis. Beberapa remaja hanya mengetahui bahwa cinta hanya diberikan kepada kekasih mereka, banyak pula para remaja yang tidak mengetahui bagaimana cara menunjukkan cinta mereka kepada orang tua mereka. Bahkan, untuk sekedar berkata ‘aku cinta Ibu’ atau ‘aku cinta Ayah’ pun sangatlah sulit dilakukan. Itulah masalah yang saat ini remaja Indonesia rasakan jika berkenaan dengan cinta.
Cinta terhadap orang tua bukan hanya ditunjukkan dengan hormat kepada orang tua atau mencium tangan mereka saat berjumpa. Melainkan dengan memberikannya sebuah kebahagiaan. Biasanya orang tua sangatlah bahagia jika anak mereka mengikuti kemauan yang mereka inginkan. Orang tua sangatlah bahagia jika anak mereka menjadi seseorang yang sukses dimasa depan, sebab itu semua merupakan salah satu tujuan yang mereka pegang ketika menyekolahkan kita. 
·         Setiap orang mungkin memiliki penafsiran tersendiri tentang cinta. Tentang rasa yang telah Allah anugerahkan sebagai fitrah manusia. Dan hingga saat ini, pun setiap orang tidak sama dalam mengartikan cinta, tidak sama dalam merasakan cinta, dan tidak sama dalam mencurahkan cinta. Yang pada akhirnya, tidak sedikit orang yang tergelincir atas nama cinta. Hal ini akibat kebutaan mereka di dalam memaknai cinta.

Cinta memang sarat akan makna, namun entah mengapa banyak orang yang kesulitan memaknai cinta. Mereka tidak tahu apa arti cinta, dan kesulitan menyampaikan cinta dari sebagaimana mestinya. Ini terjadi bukan sekedar urusan antar sesama manusia. Bahkan sering pula terjadi dalam hal yang berkaitan dengan Sang Maha Pencipta. Oleh karena itu sudah selayaknya kita lebih memperhatikan bagaimana cara kita mencintai, bagaimana cara kita mengungkapkan rasa cinta. Termasuk cinta kita terhadap Allah SWT Sang Maha Kuasa.
·         Ada tiga makna cinta menurut sebagian Ulama yang mesti ada pada diri seorang hamba, yakni:

Pertama, mencintai Allah berarti kita meyakini dan percaya bahwa Allah SWT  adalah Dzat yang Maha Terpuji. Terpuji dalam berbagai segi termasuk dalam sipat yang ada pada-Nya.

Kedua, mencintai Allah berarti kita meyakini dan mempercayai bahwa Allah SWT senantiasa memberikan kebaikan dan keutamaan kepada para hamba-Nya .

Ketiga, mencintai Allah berarti kita meyakini dan mempercayai bahwa kebaikan dari Allah SWT terhadap para hamba-Nya lebih besar nan agung dari pada segala perbuatan dan ucapan para hamba meski sebanyak apapun.
·         Cinta kepada alam dan lingkungan merupakan kalimat yang sering kita dengar akhir-akhir ini di televisi maupun disumber informasi lain ,Cinta kepada alam dan lingkungan adalah kalimat yang mengajak kita untuk selalu menjaga alam dan lingkungan tempat kita berpijak yaitu bumi ,Kalimat tersebut terdiri dari kata kata yangbermakna yaitu Cinta ,Alam ,dan lingkungan . Cinta adalah rasa sayang akan sesuatu baik itu kepada manusia maupun pada hal hal yang lain ,Alam adalah apa yang ada dilingkungan kita dimana tempat tersebut telah ada dari dahulu sejak terciptanya tempat tinggal kita yaitu bumi , Lingkungan adalah daerah tempat tinggal kita atau yang berdekatan dengan tempat tinggal kita yang memengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun tidak langsung. Jadi Cinta kepada Alam dan lingkungan adalah rasa kasih /sayang kepada alam kita termasuk bumi dan tempat kita tinggal ,intinya kita harus menjaga alam dan lingkungan kita agar tidak rusak oleh tangan tangan jahil yang tidak bertanggung jawab.
Bagaimana cara menanamkan rasa cinta kepada lingkungan dan alam kepada usia dini dari hal yang terkecil :
a. kita harus mengajarkan bagaimana cara merawat kebersihan badan ,pakaian ,lingkungan sambil menjelaskan apa itu yang dinamakan bersih dan untuk apa bersih itu,juga menjelaskan kepadanya untuk apa membersihkan lingkungan itu
b. kita juga harus mengajarkan tentang makhluk hidup , apa makhluk hidup itu ,mengapa ia bisa hidup dan cara untuk merawat makhluk tersebut agar tidak musnah atau mati
Menurut saya lewat cara ini anak yang berusia dini bisa mengerti bagaimana cara merawat bumi ini agar tidak rusak